

Usianya sudah menginjak 90 tahun, namun beliau masih harus berjuang disisa usianya.
.
Tatapannya kosong, guratan kulit keriputnya tak pernah menjadi penghalang untuk terus berjuang bertahan hidup dengan menjemur bekas-bekas nasi basi.

.
"Hanya ini yang sekarang bisa mbah lakukan, yang penting perut mbah bisa terisi dengan tidak meminta-minta..." ~Ucapnya sambil tersenyum

Nasi-nasi bekas yang mbah jemur pun adakalanya habis dimakan ayam. Mbah hanya bisa tersenyum sambil membereskan alas karung yang mbah gunakan untuk menjemur nasi bekas.
.
"Mungkin itu rezeki ayam bukan rezeki mbah..."* ~Ucapnya sambil tersenyum penuh syukur
.
Tidak hanya itu, mbah Samini juga mengisi kekosongan waktunya sambil memungut kepingan-kepingan sampah rongsokan yang berserakan dijalan sebagai tambahan untuk kebutuhan sehari-harinya.

.
Mbah samini tinggal disebuah rumah kayu ukuran 2x3 meter yang terbuat dari bekas-bekas kayu. Ditempat itulah mbah samini berjuang untuk bertahan hidup disisa usianya.
Jika sakit melanda, mbah hanya bisa menangis sambil merasakan rasa sakitnya seorang diri.

Sahabat kebaikan, mungkin saat ini kita sedang menikmati beragam hidangan lezat dimeja makan.tapi diluaran sana, ada mak Samini dan para lansia lainnya yang kini sedang berjuang untuk bertahan hidup dengan perut yang belum terisi. Untuk itu, mari kita sisihkan sedikit rezeki yang kita miliki saat ini untuk mereka.
.
Cara Berdonasi :
1.Klik Sumbang Sekarang
2.Input Minimal Donasi
3.Pilih Cara Pembayaran Donasi ( E-Walet, Transfer bank Atau Virtual Account)
4.Selesai
Semoga dengan berdonasi dapat membantu mereka yang kesulitan dan menjadi wasilah bagi Anda untuk mendapatkan rezeki lebih banyak atau kemudahan urusan dari Allah SWT, Aamiin
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik